‘Bela’ Baim Wong yang Hardik Kakek Suhud, Dedi Mulyadi: Dia Sangat Menyukai Orang Bekerja

Belakangan ini netizen atau warganet heboh dengan video Baim Wong memarahi seorang bapak yang meminta uang. Sebagian ada yang pro dan lainnya kontra dengan tindakan yang dilakukan oleh Baim Wong.

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi yang sudah sejak lama mengenal pribadi Baim Wong angkat bicara.

Pertama kali mantan Bupati Purwakarta ini bertemu di rumah Baim Wong. Saat itu sang Bosque terlihat rendah hati menerima kehadiran Dedi.

“Waktu itu saya pertama kali ketemu Baim Wong saat dia sedang populer banget. Tidak ada sikap sombong, dia bercerita mengenai pengalaman hidup dan ibunya. Tidak ada sedikitpun dia menyombongkan diri,” ujar Dedi dalam keterangannya, Rabu, 13 Oktober 2021.

Terkait video viral Baim Wong dan Kakek Suhud yang meminta uang, Dedi menilai ada dua hal yang terjadi.

Pertama Baim terlihat kesal karena diikuti terus oleh sang bapak. Kedua, bapak tersebut meminta uang kepada Baim yang dimungkinkan merasa lelah hingga emosi.

“Saya sedikit menebak, tidak ada pembelaan terhadap Baim. Ini hanya sudut pandang saya bahwa yang ada di dalam hatinya Baim itu tidak begitu menyukai pada orang yang sengaja meminta, tetapi dia sangat menyukai orang bekerja,” ungkapnya.

“Sehingga dia waktu itu dalam dirinya ingin memberikan pembelajaran bahwa Baik lebih senang pada orang bekerja dibanding pada bapak yang meminta,” lanjut Dedi.

Tetapi, tambah dia, maksud baik Baim disampaikan dengan cara yang kurang baik dan tidak tepat. Sebab yang dihadapi adalah seorang orang tua yang memerlukan adab khusus tidak dengan emosi.

“Tidak boleh emosi harus lemah lembut pada orang tua. Dan sikap penyampaiannya dengan bahasa yang mudah dimengerti,” katanya.

Dedi yang juga memiliki kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel dengan 1,94 juta subscribe ini juga pernah mengalami hal sama. Saat itu dia bertemu dengan seorang bapak keliling meminta sumbangan karena mengaku stroke.

Saat itu Dedi mendatangi rumah sang bapak dan menawarkan pekerjaan pada anaknya. Namun tawaran itu ditolak dan keluarga meminta modal untuk berjualan bubur.

Akhirnya Dedi berikan modal untuk anaknya berjualan dan kebutuhan makan keluarga selama satu bulan. Hal itu dilakukan agar sang bapak tidak lagi keliling meminta sumbangan.

Suatu saat, Dedi yang sedang berolahraga kembali bertemu dengan bapak tersebut sedang berkeliling kembali untuk meminta sumbangan. Ternyata setelah ditelusuri bapak tersebut bukan stroke melainkan cacat bawaan.

Akhirnya Dedi kembali meminta bapak tersebut berhenti berkeliling. Selain itu ia memberikan modal beternak anak sang bapak yang paling kecil. Sementara anaknya yang dewasa ditawari bekerja sebagai penyapu setelah pulang sekolah.

“Saya tawari pekerjaan ternyata anaknya tidak dating, kemudian modal usaha bubur tidak dilaksanakan, bapaknya masih keliling, itu yang buat saya marah. Kok Keluarga ini malah seneng mengeksploitasi bapaknya yang disabilitas dibanding bekerja,” terangnya.

Dalam kesempatan itu Dedi memberikan pesan pada Baim Wong agar kejadian serupa tak terulang dan menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

“Mas baim lebih menahan diri dalam sikap yang spontanitas dalam diri. Kemudian ke depan lebih berhati-hati dalam memposting sebuah peristiwa, bisa jadi niat kita baik publik menilainya tidak baik. Karena hidup ini hanya ada dua, yang suka pasti membela yang tidak suka pasti mencerca,” katanya.

“Tetapi itu harus dimaknai baik, karena yang mencerca itu netizen untuk mengoreksi kita agar hidup lebih baik. Dari sisi hikmah bapaknya dapat hikmah besar banyak yang bantu. Banyak juga orang mendapat keuntungan dari postingan karena ramai-ramai mengkritik dengan jumlah komentar dan penonton yang banyak,” lanjut Dedi.

Terakhir Dedi berpesan setiap orang harus bekerja keras dan meninggalkan sifat mengemis rezeki.

“Tapi setiap orang yang datang jangan juga kita kosongin karena kita tidak boleh juga memutus harapan orang lain,” pungkasnya.***

Foto: Kakek Suhud (kiri) yang dihardik Baim Wong. Anggota DPR RI Dedi Mulyadi ikut angkat bicara. / Instagram @baimwong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *