Gerindra Dan PKS, Antara Sama Dan Tidak Sama

ADA pertemuan politik antara pimpinan teras Gerindra dan PKS. Ada dugaan sebagai awal konsolidasi dua sahabat partai yang masih tergambar kesetiaan di dalamnya.

Tentu hanya kedua kubu yang tahu persis pembicaraan serius apa saja yang dibahas atau hanya me’review’ penjajakan babak baru berkoalisi untuk Pilpres 2024.

Yang pasti, selain masalah formal yaitu dukungan untuk membahas RUU Perlindungan Tokoh Agama, ada ganjalan di hati yang coba dikomunikasikan dan diselesaikan kedua kubu.

Hal itu tercermin dari pernyataan Prabowo Subianto terkait saling menghormati dan saling menegur juga koreksi sebagai kawan saling mengingatkan. Dalam konteks ini, di mana pertemuan dilakukan tertutup, tentu batasan itu lebih luas dan dalam.

Sebagaimana diketahui PKS di bawah kepengurusan Ahmad Syaikhu ingin menunjukan adanya paradigma baru sebagai partai terbuka. PKS ingin misi visinya terhadap kontribusi kemajuan bangsa dapat dipahami dan dimengerti.

Dipastikan ada diskusi dengan poin-poin pertanyaan yang tajam namun lugas. Oleh karena itu Prabowo berani menegaskan bahwa ada kesamaan PKS tentang kebangsaan, komitmen menjaga keutuhan NKRI, serta kebhinnekaan Tunggal Ika.

Hal mana tentunya dipastikan dalam tujuan baru PKS sebagai partai politik yang jumlah loyalitas kontituennya patut diperhitungkan juga. Gerindra memahami hal ini namun jaminan kesamaan tujuan berbangsa perlu landasan ketegasan yang sama.

Bagaimanapun, sebagai kawan lama antara Gerindra dan PKS mesti ada sama dan tidak sama, bila platform politik kedua belah pihak tidak sepenuhnya selaras. Namun tetap ada benang merahnya yaitu kepentingan bersama untuk rakyat. rmol.id

Adian Radiatus

Pemerhati masalah Sosial Politik

Foto: Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menerima silaturahim kebangsaan PKS, Selasa (4/5)/Net

Disclaimer : Rubrik Kolom adalah media masyarakat dalam menyampaikan tulisannya. Setiap Opini di kanal ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Penulis dan oposisicerdas.com terbebas dari segala macam bentuk tuntutan. Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawabnya kepada penulis Opini. Redaksi oposisicerdas.com akan menayangkan tulisan tersebut secara berimbang sebagai bagian dari hak jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *