Haris Rusly Moti: Tentara Cyber China Menopang Diplomasi Serigala Untuk Memenangkan Pengaruh Geopolitik

Pada hari Minggu, 12 September 2021, Badan Intelijen Negara (BIN) dan 9 kementerian/lembaga pemerintah Indonesia berhasil disusupi peretas atau hacker China.

Hal itu terungkap dari laporan Insikt Group, seperti dikutip dari The Record.

Para peneliti mendeteksi bahwa aksi pembobolan BIN tersebut ada hubungannya dengan Mustang Panda, yang dikenal sebagai kelompok hacker asal China yang biasa melakukan aktivitas mata-mata di internet.

Target operasinya sendiri berada di wilayah Asia Tenggara. Terkait serangan dari Mustang Panda, Insikt Group mengatakan mereka pertama kali menemukan aktivitas pembobolan ini pada April 2021.

Berangkat dari hal itu, Aktivis Petisi ’28 Haris Rusly Moti mengungkapkan bahwa, spionase cyber RRC yang tergabung dalam Mustang Panda itu melakukan peretasan terhadap BIN dan beberapa lembaga pemerintah lainnya untuk menyerang institusi kampanye yang anti pada RRC.

“Sobat, spionase cyber RRC yg tergabung dalam Musang Panda yg melakukan peretasan terhadap BIN & sepuluh lembaga pemerintah. Musang panda memang fokus menyerang institusi yg lakukan kampanye anti RRC. Spionase cyber RRC ditujukan diantaranya untuk menopang Wolf Warrior Diplomacy,” kata Haris Rusly Moti dalam tweetnya diakun Twitter@Haris Rusly Moti, Senin(13/9/2021).

Kemudian, dia melanjutkan dalam tweetnya bahwa tentara Cyber China menopang diplomasi serigala untuk memenangkan pengaruh geopolitik.

“Sobat, tentara Cyber China menopang diplomasi srigala untuk memenangkan pengaruh geopolitik. Mereka punya buku panduan, Spirit of Wolf Warrior, karya Zang Longsong. Filosofinya sebagaimana yg ditulis dalam buku itu, “srigala berjalan ribuan mil untuk menemukan daging. Kuda menempuh ribuan mil untuk temukan rumput. Ikan yg masih hidup pergi ke hulu, ikan yg mati ikut arus ke hilir. Tidak peduli seberapa sulit jalan di depan, selama anda berani bertarung, tidak akan ada pertempuran yg tak dapat dimenangkan,” lanjut Haris Rusly Moti dalam tweetnya.

Diberitakan sebelumnya, mereka mendeteksi server command and control (C&C) malware PlugX, yang dioperasikan oleh grup Mustang Panda, berkomunikasi dengan host di dalam jaringan pemerintah Indonesia.

“Komunikasi ini kemudian ditelusuri kembali ke setidaknya pada bulan Maret. Titik intrusi dan metode pengiriman malware masih belum jelas,” demikian laporan Insikt Group.

Peneliti Insikt Group juga sudah memberi tahu pihak berwenang Indonesia tentang penyusupan tersebut pada Juni-Juli 2021. Namun, pejabat Indonesia tidak memberikan umpan balik untuk laporan tersebut.

BIN, yang merupakan target paling sensitif yang dikompromikan dalam kampanye ini, tidak membalas permintaan komentar yang dikirim oleh The Record pada Juli dan Agustus 2021.

Meski demikian, seorang sumber mengatakan kepada Insikt Group bahwa pihak terkait telah menempuh sejumlah langkah untuk mengidentifikasi dan membersihkan sistem yang berhasil dibobol tadi.

Namun, beberapa hari setelah informasi dari sumber tersebut menyeruak, para peneliti dari Insikt Group meyakini bahwa mereka masih bisa mendeteksi bahwa jaringan internal yang sebelumnya dibobol masih tersambung dengan server Mustang Panda.

Foto: Aktivis Petisi ’28 Haris Rusly Moti (Sumber foto : Istimewa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *