Legislator PKS: Erick Thohir Harusnya Lebih Kreatif Kalau Mau Bangun Citra

Menteri BUMN Erick Thohir diminta fokus mengerjakan tugas-tugas pemerintahan yang lebih penting dan strategis daripada mengurus toilet SPBU Pertamina.

Menurut anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto, saat ini ada banyak hal yang lebih strategis dan perlu mendapat perhatian serius dari Menteri BUMN. Seperti nasib Garuda yang ter”ancam” bangkrut, utang PLN, hingga progres pembangunan kilang Tuban, Pertamina, dll.

“Daripada mengurus toilet SPBU lebih baik Menteri Erick mendorong Pertamina agar segera menyelesaikan Kilang Tuban, sehingga kita dapat mengurangi impor BBM dan menekan defisit transaksi berjalan sektor migas,” kata Mulyanto lewat keterangannya, Rabu (24/11).

Mulyanto juga mendesak agar Erick mengawasi Pertamina lebih ketat, agar tidak lagi terjadi kebakaran kilang BBM seperti di Balongan dan Cilacap.

“Jangan sampai seperti sekarang ini, setiap empat bulan sekali terjadi kebakaran kilang Pertamina,” imbuhnya.

Legislator PKS ini menambahkan, masalah di wilayah kerja Kementerian BUMN sangat banyak. Mulai dari masalah di perusahaan induk sampai di anak-cucu BUMN, termasuk BUMN energi.

Semua masalah itu butuh perhatian dan pengawasan yang serius. Sehingga tidak ada yang merugi dan disuntik PMN (penyertaan modal negara) setiap tahun, seperti diminta Presiden Jokowi.

Karena itu, Mulyanto minta Erick fokus menyelesaikan permasalahan tersebut. Bukan malah genit tebar pesona untuk membangun pencitraan.

“Kalaupun mau membangun citra untuk keperluan pilpres, cara Erick sangat tidak menarik. Masuk gorong-gorong, bersihkan got, pantau toilet, sudah menjadi trade mark calon lain,” jelasnya.

Sebagai jebolan Master of Business Administration National California University harusnya Erick bisa lebih kreatif membangun citra dirinya. Erick dapat menunjukan kepada masyarakat kemampuan terbaiknya dalam mengelola BUMN.

“Bukan dengan aksi yang remeh-temeh seperti soal toilet SPBU Pertamina. Kalau Erick ngurus toilet SPBU, sama saja men-downgrade kemampuannya. Nantinya bukan citra positif yang didapat malah citra negatif yang dituai,” demikian Mulyanto. (rmol)

Foto: Menteri BUMN, Erick Thohir/Net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *