Mahasiswa Pendemo Dibanting Oknum Polisi, Rocky Gerung: Kita Lihat Tanda-tanda Kerusakan Secara Kasat Mata

Publik kembali diramaikan oleh video viral yang menunjukkan tindakan represif polisi terhadap mahasiswa peserta demo.

Peristiwa tersebut diketahui terjadi sejumlah mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Kompleks Pemerintah Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, Rabu 13 Oktober 2021.

Dalam video yang beredar, terlihat situasi demo yang berlangsung ricuh hingga terjadi aksi dorong antara polisi dan peserta demo.

Terlihat salah satunya seorang polisi membawa seorang pendemo, kemudian membanting tubuhnya ke trotoar. Demonstran yang tergeletak tersebut terlihat kejang, hingga dikerumuni sejumlah petugas kepolisian lainnya.

Sontak video tersebut memancing banyak kritik dan kecaman dari berbagai pihak. Warga Twitter pun ramai membicarakan topik tersebut, Brigadir NP yang diketahui sebagai pelaku menjadi trending topik di Twitter pada Kamis siang.

Pengamat politik Rocky Gerung ikut buka suara soal aksi represif yang kembali melibatkan aparat tersebut. Dalam video terbaru di kanal Youtubenya, Rocky Gerung Official, ia menyebut peristiwa itu menunjukkan tanda-tanda kerusakan sudah terlihat secara kasat mata.

“Kita melihat tanda-tanda kerusakan itu betul-betul kasat mata. Ada mahasiswa yang dibanting di aspal dan itu disaksikan oleh wartawan internasional, beritanya udah sampai seluruh dunia,” ujar Rocky.

Dalam video tersebut Rocky Gerung, bersama dengan jurnalis senior Hersubeno Arief juga mengatakan aksi pendemo dibanting tersebut sebagai salah satu kemunduran demokrasi.

Rocky juga menyoroti pernyataan Profesor asal Singapura yang beberapa waktu lalu menyebut Presiden Jokowi jenius. Menurut RG, dengan adanya peristiwa aksi banting pendemo di Tigaraksa, Tangerang yang videonya viral hingga ke luar negeri tersebut membatalkan segala pujian terhadap Presiden Jokowi.

“Seluruh pujian pada Jokowi batal dengan video yang viral itu. Jadi bagaimana mungkin para cebong ini mau menyelamatkan Jokowi sebagai seorang jenius, sementara kekasaran itu ada di jalan raya dan ditonton seluruh dunia,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan kejeniusan negara dalam berdemokrasi tidak diputuskan oleh seorang Profesor, tapi diputuskan oleh mata dunia yang melihat apa yang terjadi hari ini.

Sementara itu pelaku yang berinisial Brigadir NP mengakui kesalahannya tersebut, ia mengaku aksi tersebut refleks, dan tidak ada unsur kesengajaan .

“Tidak ada unsur kesengajaan, hanya refleks aja,” kata Brigadir NP Kamis,14 Oktober 2021.

Pelaku juga meminta maaf kepada korban dan mengatakan siap bertanggung jawab atas aksi ‘smackdown’ tersebut.***

Foto: Pengamat politik Rocky Gerung/Net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *