Polisi Dinilai Kerap Lakukan Kekerasan pada Demonstran, Pakar Hukum: Penjaga Keamanan Harusnya Bijak

Pakar tata hukum negara, Refly Harun menyoroti aksi oknum polisi yang membanting mahasiswa hingga kejang-kejang.

Meski berakhir dengan permintaan maaf, Refly Harun menilai hal tersebut tidak cukup.

Refly Harun menyebutkan harus ada sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

“Permohonan maaf saja tidak cukup, tetap saja harus diberikan sanksi tegas, krena kejadian ini berulang-ulang terjadi saat mengamankan demonstrasi,” kata Refly Harun seperti dikutip dari kanal Youtube pribadinya, Kamis 14 Oktober 2021.

Refly pun menyoroti tindakan aparat sekarang yang kerap menggunakan kekerasan saat menghadapi aksi demonstrasi.

“Tapi dalam setiap demokrasi selalu saja ada hadangan petugas yang menyebabkan kericuhan,” katanya.

Padahal, aksi demo merupakan hal yang wajar terjadi di dalam sistem demokrasi dan telah diatur dalam konstitusi.

Aparat pun ditugaskan menjaga keamanan, bukan menggunakan kekerasan.

“Padahal tugas dari aparat keamanan adalah mengamankan aksi unjuk rasa, namanya mengamankan harusnya unjuk rasa dikawal dan bisa berjalan dengan damai,” ujar Refly Harun.

“Sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, penjaga keamanan dan ketertiban, harusnya polisi jauh lebih wise (bijak) dalam menangani setiap aksi unjuk rasa,” katanya.***

Foto: Pakar tata hukum negara, Refly Harun/Net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *