Preman Medan’ Ungkap Alasan Dorong Mediasi Arteria-Anggiat Pasaribu

Elite PPP Hasan Husaeri Lubis mengungkap proses menjadi penengah antara Arteria Dahlan dengan Anggiat Pasaribu alias Rindu soal ribut-ribut di Bandara Soekarno Hatta. 

Hasan juga mengungkap cerita dibalik panggilan ‘Preman Medan’ yang diberikan oleh Arteria padanya.

“Saya asalnya dari Medan, kedua itulah bentuk keakraban saya, persahabatan saya dengan Arteria Dahlan. Jadi apresiasi saja, jadi itulah candaan kami,” kata Hasan kepada wartawan, Rabu (24/11/2021).

Hasan pun menceritakan kedekatannya dengan Arteria saat dia masih menjadi anggota DPR. Dia menyebut Arteria adalah sosok pintar yang sering menyelesaikan berbagai persoalan.

“Kalau dulu saya masih di Senayan, di Komisi, Arteria itu anaknya pintar, dia adik kesayangan kami. Kalau ada hal yang sulit ketika rapat dengar pendapat ya kami kadang ke dia, karena dia update terhadap beberapa permasalahan,” kata dia.

Perkenalan dengan Anggiat

Hassan mengatakan awalnya dirinya tak mengenal Anggiat atau Rindu. Hassan hanya mengenal kakak sepupu Anggiat yang bernama Anggraini.

“Jadi saya 2013 itu ikut acara Lemhannas, kebetulan ada Anggraini salah satu peserta, Anggraini itu kami ada grup alumni, dia chat di grup ‘ada yang kenal dengan Politisi PDIP DPR RI’, terus saya japri aja, ‘ada apa Anggi?” kata Hasan.

Anggi kemudian meminta Hasan agar memperkenalkan Anggiat dengan Arteria Dahlan. Dia berharap Hasan bisa menjadi mediator.

“‘Begini Bang, saya ada persoalan adik sepupu saya dengan politisi Senayan’. ‘Oh yang lagi viral itu ya, itu adik sepupu kamu?’, ‘minta tolong lah bang, tolong tengahin’,” ucap Hasan menirukan percakapan mereka.

Anggiat Pasaribu ditemani oleh Anggraini kemudian bertemu dengan Hasan di sebuah kafe di Cikini, Jakarta Pusat, pada Selasa (23/11). Anggiat Pasaribu pun menceritakan duduk perkara ribut-ribut dengan Arteria dan Ibunya.

“Dia ceritakanlah kronologisnya, kesimpulan cerita yang ada di media itu ‘saya salah, saya ada bertikai dengan orang tua, saya juga nggak tahu kenapa saya lakukan ini, saya tidak pernah seperti itu, tapi sudah kejadian, saya mau minta maaf’,” kata Hasan menirukan perkataan Anggiat.

Hasan kemudian memberikan dua syarat kepada Anggiat. Dia meminta Anggiat menyampaikan permohonan maaf dan mencabut laporan.

“Ada dua syarat saya bilang, pertama minta maaf dan kedua cabut laporan, karena kamu kan mengadukan Ibu dia, saya bilang. ‘Oke bang’. Saya juga belum komunikasi (dengan Arteria),” sebut dia.

Dorong Arteria Mediasi

Pada Rabu (24/11) pagi, Hasan bertemu dengan Arteria. Dia mendorong Arteria untuk melakukan mediasi dengan Anggiat Pasaribu.

“Nah baru pagi saya komunikasi, tadinya keraslah Arteria, ‘Bang sombong kali Bang, begini Bang diperlakukannya’. ‘Iya aku paham, aku juga lihat ini’. Tapi nggak tahulah itulah namanya kehidupan kan. Terjadilah hari ini dia laksanakan itu, dia laksanakan, dia cabut (laporan),” ucap Hasan.

Hasan menyarankan agar Arteria memaafkan Anggiat Pasaribu. Hasan menyebut Arteria bersedia memaafkan jika Anggiat mencabut laporan polisi.

“Saya sampaikan ‘Adinda terimalah namanya orang sudah minta maaf, dia juga mau bersimpuh, emak-emak, dia khilaf, itulah kejadian’. ‘Ya udahlah Bang, kalau dia cabut, okey nggak ada masalah, sebagai manusia aku juga siap memaafkan’ dia bilang,” sebutnya.

Hasan mengungkapkan alasan mendorong mediasi kedua belah pihak. Dia menyebut alasan utama adalah simpati kemanusiaan.

“Tidak lebih karena simpati kemanusiaan, nggak ada yang lain-lain. Pokoknya kita yang ringan-ringan saja. Ketemu datang, minta maaf, peluk, udah Alhamdulillah nggak usah yang dilarut-larutkan. Kita takut nanti jadi fitnah di kemudian hari,” ujarnya.

Arteria Dahlan sebelumnya mengaku kenal akrab dengan Hasan Husaeri Lubis, politikus PPP, yang memediasi dirinya dengan Anggiat Pasaribu terkait kasus ribut-ribut di Bandara Soekarno-Hatta. Ia menyebut panggilan akrab Hasan sebagai ‘preman Medan’.

“Oh iya, itu katanya saudaranya Pak Hasan, ya. Kami berkeluarga, Pak Hasan dan saya itu saudaralah. Saudara kita di Medan itu. Kalau kami di Medan itu, ‘Pak Hasan preman Medan’,” ujar dia kepada wartawan di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (24/11).

Anggiat Pasaribu telah menyampaikan permintaan maaf dan mencabut laporan polisi terhadap Arteria. Kedua belah pihak dijadwalkan bertemu hari ini. (detik)

Foto: Hasan Husaeri Lubis (kanan) bertemu Anggiat Pasaribu (kiri). (Dok. Hasan Husaeri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *