Premium Langka, Sopir Angkot di Boven Digoel Minta Tarif Naik 60 Persen

Kelangkaan BBM jenis Premium membuat para sopir angkutan kota (angkot) di Tanah Merah, Boven Digoel, Papua protes.

Mereka bahkan menggelar pertemua untuk membahas kenaikan tarif angkot dalam kota pada Kamis (13/1).

Permintaan kenaikan tarif ini terjadi karena BBM jenis Pertalite yang tersedia dibanderol dengan harga Rp 7.850 per liter dan jenis Pertamax Rp 9.200 dinilai memberatkan.

Kordinator Angkot Tanah Merah Boven Digoel Roy Rahman menegaskan bahwa pihaknya meminta ada kenaikan harga hingga 60 persen lebih.

“Inilah alasan kami menuntut kenaikan harga dari sebelumnya tarif Rp 5000 jauh maupun dekat, menjadi Rp 8.000 jauh maupun dekat,” ujarnya seperti diberitakan Kantor Berita RMOL Papua.

Menurut Roy, pertemuan ini dirasa penting agar ada kesamaan persepsi dalam menghadapi perubahan penggunaan jenis BBM. Mereka berkomitmen untuk menyelesaikan dengan kepala dingin dan tanpa perlu membuat aksi yang berpotensi menyebabkan kericuhan.

Selaku kordinator Roy dan anggotanya akan berupaya agar permintaan kenaikan tarif yang mereka perjuangkan dapat dikabulkan.

“Saya berharap kesejahtraan Sopir Angkot bisa dilirik oleh Pemerintah Daerah,” tutup Roy Rahman. [rmol]

Foto: Angkot di Tanah Merah, Boven Digoel, Papua/RMOL Papua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *