Refly Harun Sebut Wanita ‘Anak Jenderal Bintang Tiga’ Lagi Sial, yang Dihadapi Arteria PDIP Coba dari PKS atau Demokrat

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun turut berkomentar soal berita heboh wanita mengaku anak jenderal bintang tiga yang adu mulut dengan ibunda Arteria Dahlan.

Menurut Refly, si wanita yang belakangan diketahui bernama Anggita Pasaribu ini tengah sial karena yang dihadapi adalah orang tua dari anggota Komisi III DPR yang juga berasal dari partai pemenang pemilu, PDIP.

“Jadi wanita ini pastinya lagi sial karena yang dihadapinya adalah anggota DPR yang kebetulan dari the ruling party,” jelas Refly Harun dilansir lewat kanal Youtube @Refly Harun, Rabu, 24 November.

Jelas saja, karena berasal dari the rulling party, proses dari kasus ini berjalan cepat. Beda soal kalau Arteria berasal dari PKS atau Demokrat. 

“Ini the ruling party, prosesnya cepat apalagi sosok Arteria adalah sosok kontroversial, banyak memunculkan hal-hal kontroversial sehingga tidak heran banyak juga orang yang tidak terlalu peduli. Kalau anggota DPR yang bukan dari the ruling party misalnya PKS atau Demokrat, enggak tahu saya gimana ceritanya,” sindir Refly. 

Terlepas dari masalah ini, menurut Refly apa yang disampaikan si wanita tidak baik dalam konteks good governance atau clean governance. Apalagi menggunakan kendaraan dinas TNI untuk seorang sipil.

Sekelas Presiden Joko Widodo (Jokowi) saja, masih bisa dikritik walaupun memiliki kekuasaan yang tinggi. Apalagi si wanita yang mengaku anak jenderal bintang tiga ini.

“Ada tentara dan polisi di belakangnya tetapi intinya adalah minimal kalau negara kita masih negara demokratis dan negara hukum ya seorang kepala negara, seorang presiden sekalipun tidak bisa semena-mena,”

“Cuma bintang tiga, di atas bintang tiga ada bintang empat, di atas bintang empat ada presiden. Di atas presiden ada Allah SWT. tidak ada orang yang hebat kecuali Allah,” terang Refly.

Sebagai informasi, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan, wanita dalam video viral bukanlah anak jenderal TNI bintang tiga melainkan istri dari Brigadir Jenderal TNI Muhammad Zamroni.  

Si wanita sempat menelpon Prasetyo, termasuk suaminya Zamroni. Zamroni meminta Prasetyo menjadi penengah mengingat Arteria merupakan rekan satu partainya di PDIP. [voi]

Foto: Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun/Net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *