Seperti Santri Viral, Bung Karno Pernah Tutup Telinga Ogah Dengar Musik ‘Ngak Ngik Ngok’

Viral di media sosial video yang memperlihatkan para santri menutup telinga saat mendengarkan lagu barat diputar di lokasi vaksinasi Covid-19.

Video ini pun menuai pro kontra di antara netizen dan tokoh publik. Ada yang nyinyir dan mengatakan perbuatan santri tersebut lebay. Namun, ada juga yang mengatakan ini merupakan tindakan toleransi, karena mereka berusaha menjaga diri mereka tanpa merugikan orang lain.

Terkait menutup telinga agar tidak mendengarkan suara musik juga pernah dilakukan oleh Presiden ke-1 RI, Soekarno. Pada masa pemerintahannya, Bung Karno menentang segala hal yang berbau asing.

Soekarno mengejek lagu pop kala itu sebagai lagu “ngak ngik ngok”. Salah satu grup yang tidak disukai Soekarno adalah The Beatles. Menurutnya, musik dan gaya berpakaian The Beatles membawa pengaruh buruk untuk generasi muda Indonesia menjadi cengeng.

Soekarno lalu mengeluarkan kebijakan menghukum warga yang mendengarkan dan memainkan musik ‘ngak ngik ngok’. Polisi bersama Lekra dan Pemuda Rakyat menyita ratusan piring hitam dan kaset The Beatles, Rolling Stones dan The Shadows.

Pedagang piringan hitam juga diperintahkan menyerahkan musik-musik tersebut. Padahal, di era 60an, The Beatles sangat digandrungi remaja seluruh dunia.

Kelompok musik Koes Plus pun terimbas. Karena dinilai meniru The Beatles dan kebarat-baratan, mereka ditangkap oleh rezim Soekarno dan lagunya dilarang.

Lagu-lagu Koes Plus dianggap melemahkan mental anak muda dengan lagu cinta-cintaan. Gaya rambut ala The Beatles juga dilarang. Tukang cukur dilarang melayani pelanggan yang ingin mencoba gaya rambut ala The Beatles.

Celana jengki dan ketat The Beatles juga dilarang diikuti oleh anak muda. Yang melanggar, maka celana itu akan digunting sampai paha. Larangan musik ‘ngak ngik ngok’ Soekarno ini juga dirasakan oleh putranya sendiri, Guntur Soekarnoputra yang aktif bermusik.

Dia akan dipelototin oleh Bung Karno jika ketahuan bermain musik barat tersebut. Ketidaksukaan Bung Karno terhadap musik Barat juga tampak saat dia singgah ke Athena, 9 Juli 1965.

Kala itu, trio Grace hendak menghibur Soekarno dengan lagunya. Namun, Proklamator ini menutup kedua telinganya sambil asyik merokok. Posenya ini pun berhasil diabadikan oleh pers.

Tentu saja, kala itu tidak ada yang mengaitkan pose Bung Karno tersebut dengan Taliban, intoleransi, dan sederet sindiran lain yang dialamatkan kepada para santri yang menutup telinga saat ada musik diputar di lokasi vaksinasi.

Foto: Bung Karno menutup telinga agar tidak dengar musik (Nationaal Archief / Spaarnestad Photo )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *