Soal 21 Juta Data Ganda Penerima Bansos, Pengamat: Sengaja Digandakan Atau Seperti Apa?

Bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos) dianggap berpotensi tidak tepat sasaran karena adanya 21 juta data ganda penerima manfaat.

Pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam mengatakan, dengan adanya data ganda seperti yang diadukan Menteri Sosial Tri Rismaharini kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berpotensi bansos tidak tepat sasaran.

“Orang yang semestinya mendapatkan bansos ternyata malah tidak dapat, bahkan ada yang tercantum nama ganda, sehingga sangat tidak memberikan keadilan kepada masyarakat yang sebenarnya lebih tepat untuk mendapatkannya,” ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (3/5).

Menurut Saiful, pengungkapan 21 juta nama ganda tersebut merupakan salah satu bentuk adanya kegagalan dalam mengelola dana bansos.

“Sehingga kok ada sampai data ganda, apakah memang sengaja digandakan atau seperti apa?” kata Saiful.

Jika ada kesengajaan sambung Saiful, KPK harus melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait 21 juta data ganda penerima bansos tersebut.

“Siapakah kira-kira oknum yang mencoba menggandakan sehingga rawan dengan terjadinya KKN,” pungkasnya.

Foto: Pakar politik dan hukum dari Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam/Net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *