Soal Tindakan Represif Oknum Polisi, Hinca Pandjaitan Minta Polri Hadapi Demonstrasi dengan Humanis

Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan buka suara terkait tindakan yang dilakukan oleh anggota kepolisian terhadap mahasiswa yang berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Tangerang.

Hinca Pandjaitan juga berharap agar anggota kepolisian tak lagi bertindak represif dan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan introspeksi.

Tak hanya itu, Hinca Pandjaitan berharap agar pihak kepolisian kembali bersemangat sesuai tagline Kapolri, Presisi.

“Yang terjadi kemarin, viral disaksikan banyak masyarakat, saya kira ini jadi introspeksi pada Polri agar tetap kembali ke semangat presisi yang menjadi tagline Kapolri,” kata Hinca Pandjaitan, Kamis, 14 Oktober 2021.

Dia juga berharap agar kepolisian humanis lantaran menurutnya sesuai dengan janji Kapolri.

“Tidak ada lagi banting-membanting, tidak ada lagi represif, yang ada humanis, karena itu yang memang dijanjikan oleh Pak Sigit,” katanya, seperti dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

“Kami minta semua jajaran polisi mulai dari pusat ke daerah (yang) menangani soal-soal demonstrasi, menyampaikan gagasan, pikiran, (agar) dihadapi dengan humanis,” ujarnya.

Di samping itu, saat menangani soal demonstrasi, dia berharap tak ada yang tercederai bahkan bila sampai terjadi kontak fisik.

“Jangan sampai ada yang tercederai, apalagi sampai (kontak) fisik,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengajak agar publik mempercayakan kelanjutan kasus yang terjadi pada Rabu 13 Oktober 2021 di depan Kantor Bupati Tangerang itu ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.

“Biar kepolisian memastikan, menyidik, memeriksanya sampai batas mana,” kata dia.

“Yang jelas, publik melihat sesuatu yang tidak patut, tidak pantas dilakukan oleh aparat penegak hukum dalam demonstrasi itu,” tuturnya.

Sebelumnya, usai kejadian yang terjadi di depan Kantor Bupati Tangerang tersebut, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro menyampaikan permintaan maaf atas tindakan yang telah dilakukan oleh oknum anggota kepolisian.

“Polda Banten dan saya atas nama Kapolresta Tangerang meminta maaf kepada korban MFA (20) yang mengalami kekerasan oleh oknum pengamanan aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang,” kata dia, Rabu, 13 Oktober 2021.***

Foto: Anggota Komisi III DPR Hinca Pandjaitan/Net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *