Tanggapi Istilah Kadrun, Ali Syarief: Ini Semua Wujud Rasisme yang Tidak Pantas!

Seorang Akademisi Cross Culture Institut, Ali Syarief menanggapi istilah kadrun yang sering dipakai oleh para buzzer dan pejabat pemerintah saat menyerang kelompok tertentu.

Menurutnya, pemakaian kata kadrun merupakan wujud dari sebuah rasisme yang sebenarnya tidak pantas berada di Indonesia.

Ia menyebut bahwa pemakaian istilah kadrun seperti halnya dengan peristiwa rasisme di Amerika terhadap orang-orang Asia.

“Peristiwa rasisme di Amerika terhadap orang-orang Asia. Peristiwa itu persis terjadi dengan apa yang ada di Indonesia saat ini,” ungkapnya pada Kamis, 22 Juli 2021 dikutip dari Fajar.

“Bahwa bukan buzzer saja yang mengungkap istilah-istilah kadrun, termasuk anggota KSP, Ngabalin, dia mengatakan kadrun juga,” sambungnya.

Ia mengatakan bahwa menurutnya, kata kadrun itu ditujukan kepada mereka yang keturunan arab, fanatik dengan Islam, yang pakai gamis, berjenggot, dan senang berpoligami.

Ia pun langsung menilai bahwa tuduhan kata kadrun adalah sebuah bentuk rasisme yang seharusnya tidak boleh terjadi di Indonesia.

“Jadi ini semua adalah wujud dari rasisme yang tidak pantas terjadi di negara yang menganut ideologi Pancasila,” ungkapnya.

Ia juga mengatakan bahwa hal ini merupakan aib bagi bangsa Indonesia dan bisa memecah bela bangsa.

“Tapi dilakukan dengan dorongan dan inisiatif dari rezim. Ini aib bagi bangsa ini, memecah bela. Menghina-hinakan dan menurunkan martabatnya sendiri,” paparnya.

Ia pun merasa aneh, mengapa kata kadrun sering diarahkan ke hal negatif, padahal negara arab diproyeksi masuk negara super power di Dunia.

Foto: Ali Syarief/Net

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *