Ternyata Kolam Terdalam di Asia Tenggara Adalah Tempat Latihan Paska Kopassus

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI memiliki kolam Tribuana Dive Center di kompleks Kopassus Cijantung. Kolam ini mempunyai kedalaman 16 meter.

Kolam Tribuana Dive Center ini biasa digunakan Pasukan Katak atau Paska Kopassus latihan.

Seorang Paska Kopassus bahkan ada yang mampu bertahan selama 2 menit 30 detik tanpa alat di kolam terdalam se-Asia Tenggara.

Tribuana Dive Center diketahui merupakan kolam terdalam di Asia Tenggara, memiliki kedalaman 16 meter dan arsitektur yang kokoh di lahan seluas 800 meter.

Awalnya, kolam ini hanya untuk latihan anggota Kopassus saja. Tapi, sejak 11 Oktober 2019, kolam ini dibuka untuk umum.

Makanya sejumlah kelompok selam juga menggunakan fasilitas tersebut dengan izin khusus.

Kolam Tribuana Dive Center juga dilengkapi dengan kamar dekompresi atau decompression chamber untuk keselamatan para penyelam.

Selain itu, ada fasilitas untuk simulasi operasi di laut dan perairan.

Contohnya keberadaan sebuah platform yang menyerupai skid helikopter sebagai tempat simulasi Paska diterjunkan dari helikopter ke perairan untuk menjalankan misi.

Menurut Kapten Inf Wayan Nantra, kolam renang atau kolam selam ini merupakan kolam terdalam se-Asia Tenggara dengan ukuran 21 meter x 15 meter.

“Kolam ini terdalam se-Asia Tenggara dengan ukuran 21 meter x 15 meter,” kata Kapten Inf Wayan Nantra yang diberi tugas mengelola kolam Tribuana bekerja sama dengan Mares dikutip dari buku Kopassus untuk Indonesia Jilid II, Kamis (18/11/2021).

Kapten Inf Wayan mengatakan, kedalaman kolam tersebut berurutan mulai dari 5 meter, 10 meter, sampai 16 meter.

Sejauh ini, penyelam Kopasssus telah mampu mencatat rekor terlama bertahan di kolam tanpa alat.

“Rekor penyelam Kopassus bisa bertahan 2 menit 30 detik tanpa menggunakan alat di dalam kolam selam tersebut,” kata Kapten Inf Wayan Nantra.

Kapten Inf Wayan mengatakan, saat ini Kopassus memiliki 40 personel Paska di Desatasemen Pasukan Katak (Den Paska) Satuan 81.

Semuanya sudah memiliki kualifikasi khusus dan memegang lisensi penyelam militer.

Selain melakukan latihan di kolam ini, latihan Paska juga dilakukan di danau dan laut lepas.

Tidak mudah menjadi Paska Kopassus.

Seorang prajurit harus mengikuti pendidikan yang berlangsung ketat selama tiga hingga empat bulan.

Dari pendidikan ini, semuanya juga belum tentu lulus.

Hanya yang terbaik yang akhirnya menjadi Paska Kopassus.

“Dari 30 orang siswa, biasanya hanya 6-7 persen saja yang lulus pendidikan,” kata Wayan. [pojoksatu]

Foto: Penyelam di Tribuana Dive Center. Foto via instagram @Tribuanadc

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *