Usai Kudus, Kasus Covid-19 Melonjak di Pati

Jumlah pemakaman dengan standar protokol Covid-19 di Pati, mencapai 16 kasus, pada Kamis (10/6/2021). Kalangan DPRD Pati meminta jajaran pemkab lebih lebih tegas dalam menangani kasus Covid-19 agar tidak semakin melonjak. Hal serupa juga diminta sejumlah lembaga terkait.

“Kejadian meninggal dunia sudah banyak. Seharusnya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pati, begitu mendapat informasi yang bergejala wajib diisolasi di ruang perawatan. Yang OTG wajib isolasi terpusat. Sebab kalau dibiarkan maka situasi Pati akan lebih ngeri ketimbang kasus Kudus,” ucap Direktur LBH Advokasi Nasional, Maskuri Alfathy, melansir krjogja.com.

Apa yang diharapkan LBH Advokasi Nasional tersebut, ternyata dikerjakan sejumlah perangkat Desa Sarirejo, yang melakukan evakuasi terhadap seorang warganya yang bergejala terkena Covid-19. Dengan dibantu petugas DKK Pati, seorang warga tersebut diboyong ke rumah sakit.

“Kami mencatat, hari Kamis ada 16 pemakaman dengan standar protokol Covid-19,” kata jubir DG Pati, Abdul Muhfidz.

Sementara itu, anggota fraksi Nadem Pati, Didin Syafrudin berharap Pemkab Pati lebih tegas dalam menegakkan protokol kesehatan, sehingga bisa memutus persebaran Covid-19. Dikhawatirkan berdampak pada roda perekonomian masyarakat.

Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengaku sudah memerintahkan semua rumah sakit untuk menambah ruang isolasi guna mengantisipasi lonjakan pasien Covid-19.

Foto: Petugas mengevakuasi warga Pati terpapar Covid-19. (Foto : krjogjga.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *